Peluang Bisnis Pada Masa Pandemi

Written by Gyunam on July 22, 2020 in Mempelajari Keuangan with no comments.

Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai pemilik usaha bisnis, menawarkan produk melalui social media dan memasang produk di berbagai ecommerce. Saat ini pun banyak pilihan ecommerce yang dapat membantu menawarkan produk yang dijual, konsumen lebih mudah untuk mengetahui produk kita dan lebih mudah melakukan transaksi jual beli. Sejak awal perkembangan pandemi dan penerapan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat, bisnis di bidang makanan dan juga kesehatan terbukti mampu bertahan.

Tentunya, jika memang sesuai dan memungkinkan, pastikan untuk bergabung dengan DANA Bisnis, agar usaha kita bisa lebih berkembang dan terus berekspansi di period digital seperti saat ini. Pemutusan kerja karena pandemi tidak saja terjadi pada sektor UMKM, pekerja kantoran atau profesional juga bisa jadi kehilangan pekerjaan karena perusahaan mereka tidak dapat bertahan. Nah orang-orang inilah yang bisa Anda mintakan bantuan untuk bekerja sama berkarya dan membangun usaha dari nol. Tanpa bermaksud menyepelekan situasi dan kondisi saat ini, perlu kita sadari bahwa hidup tetap harus berjalan. Dan bila itu artinya saat ini Anda tengah menggodok ide bisnis maka segerakan saja. Lagipula ini momen yang tepat untuk menguji konsep bisnis Anda, apakah bisa diterima oleh masyarakat dan cukup tangguh untuk bertahan di masa sulit sekarang.

Waktu luang tersebut, dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan berbagai hal, seperti berkebun, memasak, berolahraga, dan aktivitas lain yang sebelumnya sulit dilakukan karena kepadatan rutinitas harian.

Bisnis Pandemi

Salah satu hal yang paling dibutuhkan untuk kegiatan kerja dan belajar jarak jauh ini adalah paket data atau pulsa. Berjualan pulsa atau paket information merupakan bisnis masa pandemi yang sangat menguntungkan. Tingginya kebutuhan akan masker yang tidak dibarengi dengan persedian yang mencukupi membuat para pengusaha berlomba-lomba untuk membuat masker non medis dari bahan kain. Mulai dari harus membiasakan diri dengan berbagai peraturan baru yang disebut sebagai new normal, kehilangan mata pencarian ataupun bisnis merugi karena tidak ada pelanggan. Ada banyak pilihan produk yang bisa kamu jajakan, mulai dari dekorasi untuk mempercantik ruangan, atau perlengkapan makan dan dapur dengan desain yang kekinian. yang matang untuk meminimalisasi risiko kerugian akibat asal membuka usaha.

Dengan punya target pasar yang jelas, kamu jadi bisa menyusun perencanaan, strategi, serta cara pendekatan yang tepat. Corona Virus Disease sangat berdampak luas terhadap perkembangan e-commerce, teknologi, ekonomi dan perjalanan bisnis. Faktanya tidak dapat dipungkiri bahwa Covid-19 sangat memberikan efek yang sangat signifikan terhadap perkembangan ekonomi negera yang memutus rantai pasokan bisnis swasta maupun publik . Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, tidak dipungkiri membawa pengaruh yang signifikan terhadap sektor perekonomian dan bisnis.

“Segeralah tangkap peluang dari situasi saat ini,” kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UMKM Fiki Satari. Orang mulai mencoba hobi-hobi baru, menanamkan kebiasaan baru, dan sebagainya. Oleh karena itu, pastikan kondisi finansialmu siap untuk memulai bisnis. Buat price range dan anggaran yang kira-kira akan kamu keluarkan untuk memulainya, kemudian periksa apakah jumlah tabunganmu memungkinkan untuk melaksanakannya. Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018.

Chen juga berujar, ia telah melihat penurunan harga iklan yang drastis selama pandemi Covid-19. Menurutnya, ini adalah kesempatan yang bagus untuk membangun merek dengan biaya marketing Agen Bola Online yang lebih murah. “Biaya untuk talenta hebat akan turun selama masa resesi dan Anda lebih mudah untuk mempekerjakan mereka.

Comments are closed.