Cara Mengatasi Anak Susah Makan, Nomor Eight Bisa Enggak?

Written by Gyunam on June 15, 2020 in Beberapa langkah untuk menjadi orangtua yang sigap with no comments.

Bunda sebaiknya memahami apa yang menyebabkan anak susah makan sehingga akan lebih mudah untuk mengatasinya. Sebagai orangtua, Anda harus memahami bahwa untuk mendukung tumbuh kembang sang anak, Anda harus memberikan makanan dalam porsi yang cukup. Dengan begitu, saat tiba jam makan, anak tidak akan merasa kekenyangan karena sebelumnya diberi makan dalam porsi berlebih dan menolak makanan yang diberikan. Jika Anda tidak ingin anak Anda berakhir dengan kondisi kekurangan gizi, pandai-pandailah mengatur waktu untuk aktivitas anak. Sebelum usia 1 tahun, umumnya anak akan diberikan makanan dengan tekstur yang cenderung encer dan lunak. Namun demikian, saat anak mulai tumbuh gigi, tidak ada salahnya Anda mulai memberikan makanan dengan tekstur yang sedikit kasar.

Bagaimana cara untuk mengatasi anak yang susah makan

Anda juga bisa memberikan susu dengan varian rasa strawberry atau coklat di jam-jam yang tidak terlalu berdekatan dengan jam makan anak. Mengatasi anak yang susah makan, dapat ditempuh dengan beberapa cara. Umumnya anak yang susah makan rata rata saat memasuki usia batita.

Tidak perlu bersusah payah menghabiskan tenaga untuk memarahi anak yang tidak mau makan. Padahal Anda sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memasak makanan khusus untuknya. Sebelum Ibu menyuapi, cicipilah makanan bayi dan keluarkan suara “mmm” sambil menunjukkan ekspresi orang yang sedang menikmati makanan lezat.

Di sisi lain, anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memerlukan nutrisi yang cukup agar tahap tumbuh kembangnya optimal. Namun di sisi lain, kita juga tidak boleh terlalu memaksakan anak untuk makan karena bisa menimbulkan trauma jangka panjang kepada anak. Cara seperti ini dilakukan supaya tetap menjaga asupan gizi anak tetap terpenuhi dengan baik. Semua orang pasti memiliki makanan favorit, tidak terkecuali bayi Ibu. Tetapi jika ia hanya mau memakan makanan yang menjadi kesukaannya, maka selera makannya untuk beraneka jenis makanan lainnya tidak akan berkembang.

Karena, jika dipaksa justru makanan tersebut akan dimuntahkan. Setelah mengetahui faktor penyebab sekaligus bentuk kesulitan makan si kecil, apa yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut? Secara umum, kesulitan makan ini dikarenakan hilangnya nafsu makan anak, adanya gangguan proses di dalam mulutnya, atau adanya pengaruh psikologis. Nah, Gramedia.com merangkum faktor inner dan faktor eksternal yang menyebabkan anak sulit makan. Fase ini pada waktunya akan berlalu dan perlahan pasti keinginan makan anak akan membaik. Sementara itu, cobalah terapkan lima kiat berikut untuk mengatasi anak susah makan.

Ketika sang buah hati sudah mulai aktif, cara mengatasi anak susah makan yang bisa diterapkan adalah dengan membuat sendiri cemilan yang tinggi kalori. Kamu bisa membuatnya dari buah, sayur, selai, keju, atau bahan lainnya. Camilan tinggi kalori ini bisa menjadi jalan keluar disaat sang anak sulit diajak untuk mengkonsumsi nasi supaya asupannya tetap terjaga. Misalnya karena bosan, tidak menyukai rasa, bentuk, tekstur, atau bau makanannya. Dan mungkin saja anak mengalami gangguan kesehatan pencernaan atau gangguan kesehatan lain.

Ibu bisa mengajak si kecil menikmati makanan sambil bermain atau pun belajar menebak nama sayur dan buah dengan media gambar. Mengutip dari Mayo Clinic yang dilansir hellosehat.com, orang tua memang dianjurkan untuk memberi makan anak sesuai jadwal. Selingi Menu Makan Pada AnakKesulitan makan pada anak mungkin berasal dari rasa bosan akan rasa makanan dan jenis makanan yang itu-itu saja. Cobalah untuk menyelingi dengan makanan favorit mereka 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Makan Bersama AnakSelain mengatur jadwal makan, anda bisa mengatasi kesulitan makan pada anak ini dengan membuat aturan untuk makan bersama.

Gangguan makan yang dialami secara konsisten membuat anak gagal untuk menambah berat badan atau bahkan mengalami penurunan berat badan yang signifikan selama minimal 1 bulan. Teori sindrom anak tunggal meyakini bahwa anak tunggal dimanja karena terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan dari orang tua. Ketika anak tak mampu untuk menghabiskan makanannnya, jangan paksa. Hal ini dikarenakan pemaksaan membuat anak trauma di kemudian hari dan justru akan susah makan.

Comments are closed.